Sabtu, 18 Agustus 2012

Cerita selama 29 hari


ALLAHU'AKBAR
ALLAHU'AKBAR
ALLAHU'AKBAR
LA'ILLAHA ILALLAH HU AKBAR
ALLAHU'AKBAR WALILLAH ILHAM


Dari tahun ke tahun gema takbir itu dilantunkan saat dua perayaan umat muslim terjadi, yaitu Iedul fitri dan Iedul adha. Namun malam takbiran iedul fitri ini adalah malam takbiran yang sangat dinantikankarena menandakan berakhirnya prosesi ibadah di bulan ramadhan dan merupakan awal dari bulan syawal pada tanggal 1.pada tanggal 1 ini manusia bersih dari dosa, bagaikan kertas putih tak bernoda. Di malam ini saya akan mengungkapkan apa yang paling ngena di hati terjadi selama 29 hari ini..

Pertama-tama saat awal ramadhan, malam itu saya kembali berseteru dengan mantan alias soulmate ku fathimah.. saat itu dia bertanya kepada saya : "fadli, bagaimana perasaan mu terhadap ku", lalu saya menjawab:"fath(panggilan ku kepadanya) aku belum berpikir untuk kembali pacaran karena jarak kita jauh kamu di bekasi dan aku di bandung". lalu dia berkata : "kalau ada cowo yang dekat dengan ku aku bisa berpacaran dengan dia". Dengan santai aku menjawab : "aku pun bisa memapankan diri untuk mencari jodoh". Lalu dia membalas : "bek(panggilan dia kepadaku), kenapa ya tiap aku sms-an sama kamu bawaannya sakit hati". Aku membalas : "ah, aku aja bisa kok lupain sakit hati waktu diputusin sama kamu". Balasan dia "kamu pikir dong pake otak, kamu tuh udah berkali2 bikin aku sakit hati". Balasan ku "tuh kan diungkit lagi, ampun" . Saat itulah hubungan ku dengan soulmate ku memanas. 

Lalu di tengah ramadhan, kesolidan persahabatan teman" kelas diuji pada saat diadakan event buka bersama yang digawangi oleh KM kelas bernama firman. Pada hari juma'at tanggal 10 dia mengabarkan rencana buka bersama kelas yangsempat ditunda karena salah satu orang tua teman kelas meninggal, dia memutuskan pada hari minggu akan dilaksanakan kegiatan tersebutsampai pada sabtu malam dia memberi tahu di facebook dengan kalimat tak mengenakkan bahwa buka bersama dibatalkan dengan alasan banyak teman" memberikan alasan tak hadir sontak aku pun berkomentar bahwa setiap acara kelas aku sempatkan untuk hadir, lalu di twitter pun tak kalah ramai dengan kicauan teman" kelas untuk menyempatkan hadir di acara bukber ini tanpa alasan apapun sebab ini adalah buka bersama terakhir karena tahun depan kita akan lulus. Dan pada esok hari terkumpul kurang lebih 22 dari 38 siswa yang hadir, lumayan lah namun setelah saya ambil hikmahnya pada saat dua tahun yang lalu ketika saya memimpinkelas saya kurang tegas itu dibuktikan pada saya berencana mengadakan kegiatan buka bersama kurang dari setengah siswa yang hadir. 
Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi jika saya memimpin masyarakat kelak.

Di minggu ketiga kejutan datang dari teman" SD saya saat acara buka bersama di sebuah restoran terkenal di jalan bypass bandung. Kejutan itu datang saat kulihat perubahan fisik dan sifat yang terjadi pada teman" SD ku :D dan yang membuat saya senang yaitu saat teman dekat ku datang kulihat dia semakin cantik dan sopan sekali :)

Dan di minggu keempat aku bermaafan dengan soulmate ku namun selang beberapa hari kemudian hubungan kita kembali memanas sampai meledak. Ceritanya akan aku lanjutkan nanti.

Pada akhirnya di malam ini aku memutuskan untuk memaafkan sobat SD esok hari ku setelah kudiamkan hampir 3 bulan. Ceritanya akan kubagikan nanti secepatnya :)

Selamat berlebaran :)
Baca Selengkapnya >>>

Selasa, 14 Agustus 2012

Selamat nge-BLOG kembali

ya,sesuai dengan judul diatas saya berniat untuk aktif menulis di blog ini lagi, karena di tahun kemarin blog ini hanya dipakai untuk memposting tugas mata pelajaran killer a.k.a JAVA, hehehe maaf ya pak guru :D juga banyak halangan yang membuat saya menjadi malas untuk menulis di blog ini. 
  Namun seiring berjalannya waktu saya semakin sadar akan manfaat menulis di blog, Hal dibuktikan ketika saya merencanakan backpackeran bersama teman saya. Saat itu saya sering mencari referensi tempat wisata & penginapan di jogja dengan menggunakan google, ternyata hasil pencarian banyak terdapat di blog ! WHOA AMAZING !.  setelah 3 bulan bertapa *aduh bahasanya. Saya memutuskan untuk aktif menulis di blog karena disini saya bisa berbagi pengalaman saat berwisata dan berbagi ilmu beradaptasi selama melakukan perjalanan wisata.
Lagi pula berbagi juga bisa mendapatkan pahala toh, asal berbagi yang positif ya..

Selamat nge-BLOG kembali :D 

 
Baca Selengkapnya >>>

Jumat, 09 September 2011

"Lawrence Of Arabia" upaya menggulingkan kesultanan Turki Utsmani



Menurut logika yang sehat, seharusnyalah Kerajaan Saudi Arabia menjadi pemimpin bagi Dunia Islam dalam segala hal yang menyangkut keIslaman. Pemimpin dalam menyebarkan dakwah Islam, sekaligus pemimpin Dunia Islam dalam menghadapi serangan kaum kuffar yang terus-menerus melakukan serangan terhadap agama Allah SWT ini dalam berbagai bentuk, baik dalam hal Al-Ghawz Al-Fikri (serangan pemikiran dan kebudayaan) maupun serangan Qital.
Seharusnyalah Saudi Arabia menjadi pelindung bagi Muslim Palestina, Muslim Afghanistan, Muslim Irak, Muslim Pattani, Muslim Rohingya, Muslim Bosnia, Muslim Azebaijan, dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Tapi yang terjadi dalam realitas sesungguhnya, mungkin masih jadi pertanyaan banyak pihak. Karena harapan itu masih jauh dari kenyataan.
Craig Unger, mantan deputi director New York Observer di dalam karyanya yang sangat berani berjudul “Dinasti Bush Dinasti Saud” (2004) memaparkan kelakuan beberapa oknum di dalam tubuh kerajaan negeri itu, bahkan di antaranya termasuk para pangeran dari keluarga kerajaan.
“Pangeran Bandar yang dikenal sebagai ‘Saudi Gatsby’ dengan ciri khas janggut dan jas rapih, adalah anggoa kerajaan Dinasti Saudi yang bergaya hidup Barat, berada di kalangan jetset, dan belajar di Barat. Bandar selalu mengadakan jamuan makan mewah di rumahnya yang megah di seluruh dunia. Kapan pun ia bisa pergi dengan aman dari Arab Saudi dan dengan entengnya melabrak batas-batas aturan seorang Muslim. Ia biasa minum Brandy dan menghisap cerutu Cohiba, ” tulis Unger.
Bandar, tambah Unger, merupakan contoh perilaku dan gaya hidup sejumlah syaikh yang berada di lingkungan kerajaan Arab Saudi. “Dalam hal gaya hidup Baratnya, ia bisa mengalahkan orang Barat paling fundamentalis sekali pun. ”
Bandar adalah putera dari Pangeran Sultan, Menteri Pertahanan Saudi. Dia juga kemenakan dari Raja Fahd dan orang kedua yang berhak mewarisi mahkota kerajaan, sekaligus cucu dari (alm) King Abdul Aziz, pendiri Kerajaan Saudi modern.
Bukan hanya Pangeran Bandar yang begitu, beberapa kebijakan dan sikap kerajaan terakdang juga agak membingungkan. Siapa pun tak kan bisa menyangkal bahwa Kerajaan Saudi amat dekat—jika tidak bisa dikatakan sekutu terdekat—Amerika Serikat. Di mulut, para syaikh-syaikh itu biasa mencaci maki Zionis-Israel dan Amerika, tetapi mata dunia melihat banyak di antara mereka yang berkawan akrab dan bersekutu dengannya.
Barangkali kenyataan inilah yang bisa menjawab mengapa Kerajaan Saudi menyerahkan penjagaan keamanan bagi negerinya—termasuk Makkah dan Madinah—kepada tentara Zionis Amerika.
Bahkan dikabarkan bahwa Saudi pula yang mengontak Vinnel Corporation di tahun 1970-an untuk melatih tentaranya, Saudi Arabian National Guard (SANG) dan mengadakan logistik tempur bagi tentaranya. Vinnel merupakan salah satu Privat Military Company (PMC) terbesar di Amerika Serikat yang bisa disamakan dengan perusahaan penyedia tentara bayaran.
Ketika umat Islam dunia melihat pasukan Amerika Serikat yang hendak mendirikan pangkalan militer utama AS dalam menghadapi invasi Irak atas Kuwait beberapa tahun lalu, maka hal itu tidak lepas dari kebijakan orang-orang yang berada dalam kerajaan tersebut.
Langkah-langkah mengejutkan yang diambil pihak Kerajaan Saudi tersebut sesungguhnya tidak mengejutkan bagi yang tahu latar belakang berdirinya Kerajaan Saudi Arabia itu sendiri. Tidak perlu susah-sudah mencari tahu tentang hal ini dan tidak perlu membaca buku-buku yang tebal atau bertanya kepada profesor yang sangat pakar.
Pergilah ke tempat penyewaan VCD atau DVD, cari sebuah film yang dirilis tahun 1962 berjudul ‘Lawrence of Arabia’ dan tontonlah. Di dalam film yang banyak mendapatkan penghargaan internasional tersebut, dikisahkan tentang peranan seorang letnan dari pasukan Inggris bernama lengkap Thomas Edward Lawrence, anak buah dari Jenderal Allenby (jenderal ini ketika merebut Yerusalem menginjakkan kakinya di atas makam Salahuddin Al-Ayyubi dan dengan lantang berkata, “Hai Saladin, hari ini telah kubalaskan dendam kaumku dan telah berakhir Perang Salib dengan kemenangan kami!”).

Film ini memang agak kontroversial, ada yang membenarkan namun ada juga yang menampiknya. Namun produser mengaku bahwa film ini diangkat dari kejadian nyata, yang bertutur dengan jujur tentang siapa yang berada di balik berdirinya Kerajaan Saudi Arabia.
Konon kala itu Jazirah Arab merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, sebuah kekhalifahan umat Islam dunia yang wilayahnya sampai ke Aceh. Lalu dengan bantuan Lawrence dan jaringannya, suatu suku atau klan melakukan pemberontakan (bughot) terhadap Kekhalifahan Turki Utsmaniyah dan mendirikan kerajaan yang terpisah, lepas, dari wilayah kekhalifahan Islam itu.
Bahkan di film itu digambarkan bahwa klanSaud dengan bantuan Lawrence mendirikan kerajaan sendiri yang terpisah dari khilfah Turki Utsmani. Sejarahwan Inggris, Martin Gilbert, di dalam tulisannya “Lawrence of Arabia was a Zionist” seperti yang dimuat di Jerusalem Post edisi 22 Februari 2007, menyebut Lawrence sebagai agen Zionisme.
Sejarah pun menyatakan, hancurnya Kekhalifahan Turki Utsmani ini pada tahun 1924 merupakan akibat dari infiltrasi Zonisme setelah Sultan Mahmud II menolak keinginan Theodore Hertzl untuk menyerahkan wilayah Palestina untuk bangsa Zionis-Yahudi. Operasi penghancuran Kekhalifahan Turki Utsmani dilakukan Zionis bersamaan waktunya dengan mendukung pembrontakan Klan Saud terhadap Kekalifahan Utsmaniyah, lewat Lawrence of Arabia.
Entah apa yang terjadi, namunhingga detik ini, Kerajaan Saudi Arabia, walau Makkah al-Mukaramah dan Madinah ada di dalam wilayahnya, tetap menjadi sekutu terdekat Amerika Serikat. Mereka tetap menjadi sahabat yang manis bagi Amerika.
Selain film ‘Lawrence of Arabia’, ada beberapa buku yang bisa menggambarkan hal ini yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Antara lain:
  • Wa’du Kissinger (Belitan Amerika di Tanah Suci, Membongkar Strategi AS Menguasai Timur Tengah, karya DR. Safar Al-Hawali—mantan Dekan Fakultas Akidah Universitas Ummul Quro Makkah, yang dipecat dan ditahan setelah menulis buku ini, yang edisi Indonesianya diterbitkan Jazera, 2005)
  • Dinasti Bush Dinasti Saud, Hubungan Rahasia Antara Dua Dinasti Terkuat Dunia (Craig Unger, 2004, edisi Indonesianya diterbitkan oleh Diwan, 2006)
  • Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia (George Lenczowski, 1992)
  • History oh the Arabs (Philip K. Hitti, 2006)
Sebab itu, banyak kalangan yang berasumsi bawah berdirinya Kerajaan Saudi Arabia adalah akibat “pemberontakan” terhadap Kekhalifahan Islam Turki Utsmani dan diback-up oleh Lawrence, seorang agen Zionis dan bawahan Jenderal Allenby yang sangat Islamofobia. Mungkin realitas ini juga yang sering dijadikan alasan, mengapa Arab Saudi sampai sekarang kurang perannya sebagai pelindung utama bagi kekuatan Dunia Islam, wallahu a’lam.
Baca Selengkapnya >>>