Kamis, 25 Oktober 2012

Arti hidup kambing.

"siingg..singgg". bunyi-bunyi pagi hari di depot hewan jabal kurban membangunkan segerombolan kambing dari tidur semlam. Mereka ada yang minum, makan rumput, update status FB & kirim tweet(mohon maklum karena ini 2012). bahkan ada yang sampai galau (ini 2012).

"zrusshhhh...". malaikat rupanya turun, lalu para kambing bingung apa yang disampaikan malaikat.

"Bersiaplah, besok kalian akan mati.". malaikat itu memberi tahu.

"mbeekkk..mbeekk..mbekkk..mbekkk". gerombolan kambing mulai panik, lalu salah satu perwakilan dari mereka bertanya kepada malaikat.

"Mbeek.. Kkkenaapa kau memberi tahu kabar buruk itu ??". tanya seekor kambing dengan nada tak terima.

"Mbeekk.. aapakah arti kami hidup di dunia ?? kenapa hari besok kami harus mati ??". tanya kambing lainnya dengan nada memaksa..

"Karena kalian akan pindah ke Surga". tutup malaikat dengan senyuman.
Baca Selengkapnya >>>

Rabu, 24 Oktober 2012

Masukan dari seorang pembimbing berjanggut

Hari ini aku sampai di kantor LIPI. lalu kulihat jam menunjukan pukul 08.11. aku memang sengaja masuk rada siang karena sudah sepakat dengan teman2-ku  untuk masuk ke kantor rada siang karena memang oleh pembimbing kami tidak diwajibkan datang.

"duk.duk..duk" suara derap kakiku berbunyi memasuki lift menuju lantai 3. sesampainya disana aku melihat ruang tunggu tamu yang kosong, kukira mereka sedang menunggu. ku berjalan menuju ruang kerja ku tak lupa mengabsen daftar kehadiran. Biasanya aku memasukan daftar hadirku dan kedua temanku, namun ku urungkan niat itu karena 'feeling' ku mengatakan mereka tidak hadir.

"Assalamu'alaikum". sapaku terhadap pemakai ruangan yang ternyata diisi oleh murid2 SMK Merdeka. Lalu aku melihat 3 gelas teh yang sudah disiapkan oleh office boy. dalam hati ku berfikir"mungkin setiap selasa & kamis teh untuk kami disediakan padahal mubazir".

laptop dan peralatan pendukung sudah disiapkan, sambil menunggu kedua rekanku aku membuka facebook ku berharap ada peningkatan posting dan menghitung banyaknya twiit dalam 10 menit di twitter. kubuka seksama twitter ku. salah satu temanku sedang aktif. lalu kutanyakan kepada dia sedang ada dimana ? ternyata dia sedang sakit. ya sudah berarti tinggal aku disini bersama murid2 SMK Merdeka.

"duk..duk..duk" anak-anak sekarang mbisa mbantu bapak ndak ? . oh tenyata pembimbing mereka datang meminta bantuan. dialah pembimbing yang aku ceritakan di posting selanjutnya namun kali ini aku mengetahui nama beliau adalah Bapak Efendi. pembimbing yang memelihara jenggotnya dan berbicara dengan logat jawa kentalnya. menurutku ia adalah pembimbing yang perhatian dan akrab dengan muridnya.

"slurrpp. ngookk..ngook" hidungku yang koutanya sudah penuh memaksa raga ini menuju kamar mandi untuk membuang lem hijau.

"aahhh" lega rasanya hidung ini. aku melanjutkan perjalanan ke ruang rapat a.k.a ruang kerja.

"cuma sendiri toh, kamu kelas berapa ?" sontak aku kaget. ternyata pak efendi menyapaku.

"kelas 4 pak", jawabku.

"haahh ?". muka dia bingung.

"ia pak, beneran. saya kelas 4 smk. serius loh bukan bercanda".jawabku dengan nada meyakinkan.

"kamu berapa tahun usianya ?"tanya bapak.

"saya 18 tahun pak."jawabku.

"loh, kalo kalian masih berapa tahun ?", tanya bapak kepada murid"nya.

"kami 17 tahun pak !", jawab mereka.

"kalo anak" ini sekolah 3 tahun. kamu kalo lulu ndapet gelar apa ?". tanya bapak dengan penasaran.

"kalo lulus dapet gelar d1 pak ?"jawabku.

"lha itu gelar ndiakui ndak ?". tanya ia penasaran.

"mmm, kurang tau sih pak". jawabku asal

"kamu itu berpotensi, pengalaman 4 tahun sekolah bidang RPL mbisa sukses. tapi you must puss yourself become success, ndo you speak english ?". wah ternyata disa bahasa inggris, namun sarannya ini bermanfaat.

"yes, sir. a little " jawabku.

"a little bit ? for conversation ?"tanya ia.

"a passive". jawabku jujur.

"jika kamu hanya mengerti passive itu percuma, misalnya kalo kamu mau kerja disini kamu harus lulus tes TOEFL minimum 500", jawabnya dalam bahasa inggris. maaf aku menulis dalam bhs indo, karena keterbatasan ingatan.

"ohh".jawabku.

 "you know mr. ana heryana, your mentor ? when he join in lipi on 2002 if i not wrong. he understand english in passive. because the requirement process is just writing not speaking " penjesannya membuat ku mengerti.

"kalo sekarang test di lipi harus menggunakan tes bahasa inggris speaking,  tapi ada yang bisa 3 bahasa : inggris, jerman, jepang". wooowww pernyataan yang cukup bikin mata melotot.

"dan disini pun ada komitmen untuk menyekolahkan lagi para peneliti, ke luar negeri. karena jika sekolah di sini(indonesia) pun hanya dapet materi untuk penelitian lokal, bukan internasional". jawabannya membuatku menghela nafas.

"long time ago, when i 'mahasiswa' saya membiasakan diri dengan teman-teman untuk berbicara dengan bahasa inggris, tetapi harus ada yang jadi pengoreksi kata ketika salah satu diantara kami salah dalam berbicara. biasakan seperti itu agar terbiasa. saya melakukan itu selama 3 tahun dan hasilnya ketika saya di pertamina saya diangkat menjadi asisten software project dan bekerja sama dengan orang filipina". oohhh mulutku melongo.

"jadi biasakan lah berbahasa inggris, karena itu adalah kunci untuk menggenggam dunia intenasional". kata beliau yang membuat kepalaku mengangguk 5 kali.

"Hey, kesini bantuin saya yok ". seorang peneliti memanggil pak efendi. rupanya mirip dengan uztad guntur bumi.

"lah itu ndia yang bisa 3 bahasa. konichiwa sensei!!!". kata pak efendi kepada rekannya.

"kok kamu cuma sendiri ?". tanya dia kepadaku.

"Teman-teman saya tumbang pak,pada sakit". jawabku.

-[Pagi hari menjelang siang di Cisitu]-
Baca Selengkapnya >>>

Senin, 15 Oktober 2012

Minggu pertama di LIPI

hari ke-1 : pagi-pagi, sesuai dengan janji aku menunggu temanku Firman & Rido di warung ato, letaknya gak jauh dari sekolah. Setelah dua puluh menit menunggu aku putuskan untuk menelepon rido, ternyata dia & firman sudah berada di LIPI. langsung kutancap gas dari warung ato menuju LIPI melewati jalan buah batu yang untungnya sedang kosong CMIIWW =D.

Setelah sampai, aku langsung menuju gedung 20 puslit informatika LIPI untuk mengisi buku hadir lalu menuju  ke lantai 3 tempat aku dan kedua temanku melaksanakan kegiatan PRAKERIN disini. Kami bertiga menunggu sampai akhirnya pembimbing kami Bapak Ana Heryana datang menemui kami, lalu kami dibawa ke ruang kerja beliau untuk diberi tahu apa saja yang harus kami kerjakan.

Ternyata tugas yang diberi oleh pak Ana sesuai dengan apa yang kami pelajari selama kami sekolah, namun kami juga nampak kebingungan karena diberi tugas untuk membuat aplikasi android dan PHP pemantau cuaca. Hmm, kami bertiga berharap di hari itu kami dibimbing oleh beliau namun kenyataannya kami yang mencari bahan untuk pembuatan aplikasi, Karena pembimbing kami meiliki tugas pokok sebagai peneliti.

Kami akhirnya bekerja di ruang rapat utama berbagi tempat bersama murid SMK Merdeka Cimahi yang melakukan kegiatan yang sama seperti kami, namun bidang pekerjaannya berbeda. Ada rasa iri karena pembimbing mereka aktif dalam memberi pengarahan dibanding pembimbing kami, bahkan terlintas pikiran kami bertiga untuk keluar dari tempat ini.. Namun di saat kami berpamitan pulang kepada Pak Ana, ia mengucapkan maaf karena tidak bisa mendampingi kami saat mengerjakan tugas. Jawaban itu cukup melegakan kami bertiga.

hari ke-2 : sesampainya di LIPI, aku menunggu kedua temanku, sambil menunggu sejenak aku menikmati pemandangan dan udara sejuk dari ruang tamu lantai 3  gedung 20 puslit informatika LIPI. saat kedua temanku datang, kami bertiga langsung bergegas menuju ruangan kerja pak ana, sesampainya disitu kami menyapa beliau dan beliau langsung menyuruh kami ke ruang rapat. disitulah kami dibimbing  oleh beliau dalam pembuatan aplikasi. Namun waktu beliau singkat karena ada pekerjaan lain. disaat itu lah kami bertiga mulai memutar otak untuk mengerjakan proyek. saat itu kami meilih untuk mengerjakan hal paling mudah dalam pembuatan aplikasi yaitu desain. Kami telah berhasil membuat beberapa gif animasi agar aplikasi lebih tampak hidup.

hari ke-3 : tepatnya hari jumat, kami memanggil pembimbing kami. untuk mengucapkan selamat pagi : padahal sebenarnya mancing supaya ngebimbing ! . Saat kami tiba di ruangan kerja beliau hanya mengucapkan : tunggu disitu("ruang rapat"). entar saya nyusul. Hanya itu perkataannya SPJ sekali =P

Sesampainya di ruang kerja, beliau menanyakan progress aplikasi. lalu menjelaskan apa saja yang dibutuhkan untuk pengerjaan aplikasi. setelah itu ia hilang entah kemana. Kami bertiga mulai mengerjakan, lalu datang OB yang gayanya lekong ! memberi kami segelas teh. Setelah aku telaah mayoritas OB pria ternyata lekong ! gak di sekolah atau kantor sifatnya sama ! entah makanan apa yang telah membuat mereka menjadi lekong, hahaha =D . Oh ya, karna kami jarang mendapat bimbingan. kami biasanya mengisi waktu bingung ngerjain dengan bermain game, hehehe. Sape suruh elo gak ngebimbing ! sampai bel istirahat berbunyi. Ternyata bel kantor nadanya hampir sama dengan bel sekolah, hehehe.

Karena hari itu adalah jumat, maka jam istirahat dimajukan menjadi jam set12 hingga jam 1. karna ada sholat jumat =D. Kami bergegas menuju masjid kantor, hmm.. ternyata masjid tsb tak hanya diisi oleh penduduk LIPI, ternyata seluruh pria muslim daerah cisitu Solat disitu !. Memang pantas begitu, karena Mesjid yang nyaman,besar, dan bersih aku pun selalu menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah solat ashar disitu sebelum pulang =D.

Setelah solat jumat selesai, kondisi sekitar masjid menjadi penuh karena banyaknya PKL yang berdagang bagaikan hari minggu di samsat ! Ramai ! . ada satu pemandangan unik, yaitu seorang pedagang yang menjual alarm anti maling khusus untuk motor. Kami bertiga menyaksikan demo alat tersebut, lalu tiba-tiba seorang bapak nyeletuk : "ah, lamun kabeh make alarm eta mah lieur atuh engke motor saha anu bunyi". kami bertiga tertawa terbahak meninggalkan lapak sang pedagang menuju gerobak cilok.

Sesampainya di gerobak, kami bertiga berunding siapakah yang akan membeli cilok terlebih dahulu, agar tak tertipu rasa. kami memutuskan firman lah yang membeli duluan, belum selesai tukang cilok membungkus cilok untuk firman, aku dan ridona membeli cilok karena terlanjur lapar.

Kami lalu bergegas menuju kantor, setelah sampai. kami membuka terlebih dahulu bungkus cilok agar udara panas dapat keluar, setelah 15 menit. kami pun menyantap cilok dan.. ... .. .. .. .. .. .. .. .. .. ENAK !!!!
gak percuma lah 3ribu dapet 6(gak tau pasti jumlahnya) cilok ternyata enak men ! hehehe.. Kami pun melanjutkan tugas hingga waktu pulang pun tiba. kami bergegas menuju ruangan kerja pak ana untuk meminta tanda tangan buat jurnal prakerin kami. lalu kami pamit setelah tiba di lantai 1 2 temanku pulang terlebih dahulu, sedangkan aku menyempatkan diri untuk solat di masjid setelah itu aku pulang dengan harapan dan ketidak pastian melanjutkan kegiatan PKL ku disini. karena tidak dibimbing dengan baik...

Itulah cerita ku selama minggu pertama di LIPI. ku harap hari - hari selanjutnya kami bisa dibimbing lebih baik.

{Kamis pagi menjelang siang di Margahayu Raya}
  
Baca Selengkapnya >>>