Rabu, 29 Oktober 2014

Mengenal PL/SQL (Procedural Language/Structure Query Language)


Dalam postingan kali ini saya akan membahas mengenai PL/SQL. PL/SQL adalah cara penggabungan sintaks bahasa pemrograman prosedural dengan sintaks SQL. Beberapa kelebihan PL/SQL dalam database Oracle : PL/SQL dihadirkan oleh oracle untuk memudahkan pengguna dapat memanfaatkan konsep pemrograman dalam memproses data.

Struktur PL/SQL mirip seperti struktur bahasa pascal dan delphi, karena bertujuan untuk memudahkan user mengerti pemrograman menggunakan PL/SQL. Contoh Sintaks seperti :

Declare
   Begin
      Exception
End

Penjelasan Struktur diatas sebagai berikut : 

1. Bagian Deklarasi (declaration)
Bagian ini digunakan untuk mendeklarasikan semua variabel dan konstanta dimulai dari perintah DECLARE.
2. Bagian Eksekusi (Execution).
Bagian ini berisi perintah yang akan dimasukkan dalam PL/SQL. ditulis dibawah BEGIN
3. Bagian Perkecualian (Exception)
Bagian ini berisi cara penanganan kesalahan jika program mngalami eror . Tetapi penulisan exception ini bersifat opsional.

umumnya bentuk sintaks PL/SQL  seperti berikut : 

DECLARE
            variabel tipe_data;
            konstan CONSTANT tipe_data := value;
            ...
BEGIN
            statement_1;
            ...
EXCEPTION
            WHEN ekspresi THEN solusi_mengatasi_eror;
            ...
END;

Berikut di bawah merupakan contoh program tanpa menggunakan exception : 

SQL> SET SERVEROUTPUT ON
SQL>DECLARE
v1  NUMBER(7);
BEGIN
v1 := 7;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE('v1= ' || v1);
END;

Berikut di bawah merupakan contoh program menggunakan exception : 
SQL>SET SERVEROUTPUT ON
SQL>DECLARE
X Integer;
BEGIN
X := ‘Belajar PL/SQL’;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE( TO_CHAR(X) );
EXCEPTION
WHEN VALUE_ERROR THEN
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE (‘Kesalahan pada pengisian nilai, karena nilai yang diisikan berupa karakter’);
END;

Daftar Pustaka : 
 
Aprilia Wakhyuni.2010.Pengenalan PL/SQL.
http://apriliawakhyuni.blogspot.com/2010/05/pengenalan-plsql.html.




Baca Selengkapnya >>>

Senin, 29 September 2014

Studi Kasus : Normalisasi Tabel Proyek

Di postingan ini, saya akan membahas tentang normalisasi tabel  proyek berdasarkan studi kasus di bawah ini :

 Gambar 1 : Tabel proyek yang belum di normalisasi.

Dapat dilihat tabel diatas belum dilakukan normalisasi, sekarang saya coba melakukan normalisasi tahap 1 dari tabel proyek, Hasilnya seperti dibawah ini :

Gambar 2 : Tabel proyek yang sudah dinormalisasi tahap 1.

Untuk selanjutnya saya melakukan tahap normalisasi tahap 2, untuk menghilangkan ketergantungan sebagian. sehingga tabel proyek terbagi menjadi 2 yaitu tabel proyek dan tabel pegawai seperti 2 gambar dibawah ini :

Gambar 3 : Tabel proyek hasil normalisasi tahap 2dari induk tabel proyek.

Gambar 4 : Tabel proyek hasil normalisasi tahap 2 dari induk tabel proyek.

Untuk menghilangkan ketergantungan transitif, saya melakukan proses normalisasi tahap 3. Sehingga induk tabel proyek akhirnya terbagi menjadi  3 tabel yaitu tabel proyek, tabel pegawai dan tabel golongan.

Gambar 5 : Tabel proyek hasil normalisasi tahap 3 dari induk tabel proyek.

Gambar 6 : Tabel pegawai hasil normalisasi tahap 3 dari induk tabel proyek.

Gambar 7 : Tabel golongan hasil normalisasi tahap 3 dari induk tabel proyek.

Baca Selengkapnya >>>

Kamis, 25 September 2014

Normalisasi Data

Kali ini saya akan membahas mengenai normalisasi data perkuliahan. Dibawah ini adalah data pada tabel yang beum dinormalisasi.


Gambar 1 : data tabel perkuliahan.
Sekarang diberikan asumsi :
1    1.   Seorang mahasiswa dapat mengambil beberapa mata kuliah.
2    2.   Satu mata kuliah dapat diambil oleh lebih dari 1 mahasiswa.
3    3.   Satu mata kulah  hanya diampu oleh satu dosen.
4    4.   Satu dosen dapat mengajar beberapa mata kuliah.
5    5.  Seorang mahasiswa pada mata kuliah tertentu hanya memiliki satu nilai.

Sebelum tahap normalisasi berdasarkan asumsi yang diberikan, terlebih dahulu data dinormalisasi tahap 1 seperti pada gambar dibawah:


Gambar 2 : Normalisasi tahap 1 data tabel perkuliahan.

Sekarang saya mengerjakan normalisasi tabel berdasarkan asumsi :
1    1. Seorang mahasiswa dapat mengambil beberapa mata kuliah. Maka hasil normalisasi menjadi seperti pada       gambar dibawah : 

Gambar 3 : normalisasi berdasarkan asumsi 1.

2. Satu mata kuliah dapat diambil oleh lebih dari 1 mahasiswa. Maka hasil normalisasi menjadi seperti pada       gambar dibawah : 


Gambar 4 : normalisasi berdasarkan asumsi 2.

3.   Satu mata kulah  hanya diampu oleh satu dosen. Maka hasil normalisasi menjadi seperti pada gambar dibawah :  


Gambar 5 : normalisasi berdasarkan asumsi 3.

4.   Satu dosen dapat mengajar beberapa mata kuliah. Maka hasil normalisasi menjadi seperti pada gambar dibawah : 

 

Gambar 6 : normalisasi berdasarkan asumsi 4.


5.  Seorang mahasiswa pada mata kuliah tertentu hanya memiliki satu nilai. Maka hasil normalisasi menjadi seperti pada gambar dibawah : 


Gambar 7 : normalisasi berdasarkan asumsi 5.

Baca Selengkapnya >>>